Senin, 30 Desember 2019

TIM IPSI BULUKUMBA BERHASIL MERAIH : 1 MEDALI EMAS, 2 PERAK, DAN 1 PERUNGGU



TIM IPSI BULUKUMBA BERHASIL MERAIH : 1 MEDALI EMAS, 2 PERAK, DAN 1 PERUNGGU, PADA UNISMUH 1st CHAMPIONSHIP PENCAK SILAT OPEN 2019, TINGKAT USIA DINI, PRA-REMAJA, REMAJA DAN DEWASA/UMUM, YANG BERLANGSUNG TGL 23-30 DESEMBER 2019 DI GEDUNG BALAI SIDANG MUKTAMAR 47 UNISMUH MAKASSAR, DIIKUTI OLEH 1365 PESILAT SE-SULAWESI, NTB, KALIMANTAN UTARA DLL.

Minggu, 08 Desember 2019

PROFIL WAKIL BUPATI BULUKUMBA





Tomy Satria Yulianto, lahir di Bulukumba, 14 Juli 1974 melalui masa kecilnya di Butta Panrita Lopi, sebelum kemudian berpetualang ke berbagai daerah untuk meneruskan pendidikan dan merintis karir. Ia tercatat sebagai alumnus SDN No. 61 Balle Anging Bulukumba (1980 – 1986), SMPN Tanete Bulukumba (1986 – 1989), SMAN Tanete Bulukumba (1989 – 1992), dan program Sarjana Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (1994 -2000).

Disamping pendidikan formal, Tomy Satria Yulianto juga memiliki cukup banyak pengalaman pendidikan non-formal, baik di level nasional maupun internasional. Beberapa diantaranya, sebagai fasilitator Policy and Practice Forum tentang undang-Undang Desa (Jakarta, 2014), fasilitator Lokakarya Penyusunan Rencana Strategic TNC (Minneapolis – USA, 2014), pelatihan Kepemimpinan Pemuda (Bangkok, 2014),  Pelatihan Penyusunan Perencanaan dan Penganggaran Daerah (Bogor, 2012), Lokakarya Internasional Strategi Peningkatan Kapasitas SDM (Nebraska – USA, 2012), Lokakarya Internasional Isu Masyarakat Adat dan Masyarakat Lokal ( Denver  –  USA, 2011), Lokakarya Internasional Penyusunan Strategi Keberlanjutan Program Konservasi (Bali, 2011), English Writing Skills Learning Centre Wacana University (Salatiga, 2011), Lokakarya Kemitraan Konservasi dan Pembelajaran Pengelolaan Sumber Daya Alam (Guilin, China, 2007), dan TOT Pembangunan Tata Kelola Pemerintahan (Surabaya, 2002).

Pengalaman organisasi Tomy Satria Yulianto pun tercatat cukup membanggakan. Ia diketahui pernah menjabat sebagai Pengurus Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Fisip Unhas (1995 – 1996), Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Fisip Unhas (1996 – 1997 ), Wakil Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa  Fisip Unhas ( 1997 – 1998 ), Pengurus Ikatan Pelajar Mahasiswa (IPMAH) Bulukumba (1998 – 1999),  dan Penasehat Presiden ( CEO ) The Nature Conservancy – TNC Arlington, US, 2014.



Tekad Suami Siti Isniyah Hatibu, SIP ini untuk mengabdi pada kampung halaman tercinta diakui telah lama tumbuh dan semakin menguat dalam beberapa tahun belakangan. Hal tersebut terbukti pada pileg 2014 lalu ketika ia memberanikan diri berjuang sebagai calon anggota DPRD Kab. Bulukumba dan Sukses mendapatkan kepercayaan masyarakat di dapilnya yakni Kecamatan Bulukumpa dan Kecamatan Rilau Ale. Bukan hanya itu, di periode pertamnya sebagai legislator, ia langsung dipercaya menjadi Wakil Ketua DPRD. Selama mengemban amanah sebagai wakil rakyat, ia dikenal sangat vokal memperjuangkan aspirasi konstituennya,. Kini, Tomy Satria Yulianto kembali membuktikan tekadnya untuk menata pembangunan dan pemerintahan Butta Panrita Lopi. Bersama A.M. Sukri Sappewali, ia mendapatkan mandat masyarakat untuk memimpin belaku selaku Wakil Bupati masa bakti 2016-2021.



Jumat, 06 Desember 2019

WHY ALWAYS TSY ???



  1. Sebagai politisi muda, dia hadir bak rising star,ikut dan berhasil mewarnai wajah politik bulukumba yang di dominasi oleh politisi politisi kawakan yang tlah lama membangun 'citra dan jejaring".
  2. Sebagai orang baru dikancah perpolitikan bulukumba,karir politiknya boleh dibilang cemerlang,mengawali karir politiknya sebagai wakil ketua DPRD kab bulukumba dan berlanjut menjadi wakil bupati bulukumba,bukan hal yang mudah tentunya ditengah "gempuran" para politisi2 senior
  3. hadir sebagai politisi dan pejabat publik yang gampang ditemui oleh semua kalangan,dia seakan melabrak pakem politisi dan pejabat publik yang penuh dengan embel embel protokoler
  4. tingkat kesukaan publik terhadap dirinya yang terus meningkat menjadi bukti kalo dia berhasil menyajikan role model pejabat publik yang tak lagi harus kaku dan "konservatif"
  5. terkesan sebagai politisi yang smart (gemar membangun diskursus),humble (ramah) menjadi daya tarik tersendiri 
  6. Dengan style kekinian, selfie (agak hypebeast), dia berhasil masuk dan membaur dengan kaum millenial yang tentu saja adalah "pangsa pasar" yang menjanjikan populasinya


By. Andi Rismawati Supriadi
Editor: Sudirman Dg Malewangi